RESENSI: LAST JOURNEY BY KEZIA EVI WIADJI

12717249_555593257923592_5304288728157974314_n

Judul Buku: Last Journey

Penulis: Kezia Evi Wiadji

Penerbit: Grasindo

Terbit: November 2015

ISBN: 978-602-375-265-2

Available at: bukupedia.com

Jika sehari terdiri dari 24 jam atau 1.440 menit atau 86.400 detik. Setidaknya, aku telah bernapas di muka bumi ini selama 528 jam atau 31.680 menit atau 1.900.800 detik.

Luar biasa bukan?

Namun, pertanyaan yang muncul di benakku sejak satu bulan yang lalu adalah berapa lama lagi jam biologisku akan berdetak mengikuti detik jam yang ada?

By the way, namaku Erika Natalia. Aku mahasiswi tingkat akhir Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia. Aku penderita leukimia kronis. Bisa jadi, Korea Selatan adalah perjalanan terakhirku!

***

Continue reading

Advertisements

RESENSI: THE UNBROKEN VOW BY KEZIA EVI WIADJI

11878975_492068157609436_3714108174354161957_o

Judul Buku: The Unbroken Vow

Penulis: Kezia Evi Wiadji

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: 31 Agustus 2015

Harga: Rp 55.000

Tebal: 232 hlm

Ukuran: 13 x 20cm

Cover: Softcover

ISBN: 978-602-03-1963-6

Di usianya yang masih muda, Ivy Sutedja boleh berbangga diri. Ia memiliki semua yang diimpikan oleh wanita seusianya. Usaha bridal yang mapan, putri cilik yang menggemaskan, dan kehidupan tenang bersama laki-laki tampan bernama Ethan Wicaksana.

Sampai suatu hari, guru anaknya, berada diantara dirinya dan Ethan, mengguncang kehidupan nyamannya. Kemudian muncul laki-laki lain yang menawarkan bahunya untuk Ivy bersandar, terutama ketika teror masa lalu mengincar nyawanya.

Continue reading

RESENSI: PERFECT SCENARIO BY KEZIA EVI WIADJI

26139169

Judul Buku: Perfect Scenario

Penulis: Kezia Evi Wiadji

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: 14 Sept 2015

Harga: Rp 55.000

Tebal: 280 hlm

Ukuran: 13 x 20cm

Cover: Softcover

ISBN: 978-602-03-2088-5

Available at: bukupedia.com

“Dengar ya, kita harus pacaran!”

“HAH?”

“Mulai detik ini lo pacar gue. Dan selama itu lo gak boleh jalan dengan cowok lain!”

“Eh, kamu kesurupan ya, tiba-tiba ngomong aneh begitu?!”

“Gue sadar seratus persen. Jadi, dengar—“

“Sori, aku nggak mau!”

“Heh! Jangan ge-er dulu. Gue sebenernya juga nggak mau pacaran sama lo. Tapi kali ini, mau nggak mau, kita harus!”

***

Ajakan kencan ini akan membahagiakan Finda seandainya ia menyukai Farel. Seandainya Farel bukan duri dalam dagingnya. Seandainya Finda tidak menyukai Niko (teman baik Farel). Dan seandainya Farel tidak sedang berkencan dengan Novi. Tetapi, ajakan kencan jauh dari romantis yang disodorkan Farel ini harus diterima Finda karena mereka mempunyai tujuan yang sama, yaitu membatalkan pernikahan orang tua mereka.

Continue reading