RESENSI: THE STARDUST CATCHER BY SUARCANI

image

Judul Buku: The Stardust Catcher
Penulis: Suarcani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 31 Maret 2016
Harga: Rp 48.000
Tebal: 184 hlm
Ukuran: 13,5 x 20cm
Cover: Softcover
ISBN: 978-602-03-2644-3

Available at: bukupedia.com

“Apa harapanmu tahun ini?”

Joe: Punya alternatif lain untuk berbahagia selain dengan mencari pasangan.

Mela: Mendapat tambahan umur setidaknya empat tahun lagi. Yah… biar bisa main remi lebih lama lagi sih.

Bermula dari secarik kertas dalam jaket di commuter line, Joe dan Mela bercengkrama lewat ask.fm. selama setahun, hanya lewat media sosial itulah mereka berhubungan. Hingga Joe tertinggal rombongan saat liburan bersama teman-teman kuliahnya. Ia tersesat di Bali. Sendirian.

Saat itulah Sally Cinnamon muncul dan mengaku sebagai peri yang akan mempertemukan Joe dengan jodohnya. Wait, peri jodoh? Yang benar saja?
Ditemani Sally, Joe berusaha mencari rombongannya. Petualangan yang mempertemukannya dengan Mela, si spa therapist yang sekarat.

Apakah Mela jodoh yang dimaksud Sally? Apakah Joe benar-benar tersesat dan bukannya sengaja menghilang karena protes akan perceraian orangtuanya?

***

“Yang kamu percayai ada, belum tentu benar-benar ada. Sekalipun memang ada, kadang lebih baik anggap dia tidak ada.” – Pak Surya to Joe (hlm 73)

Joe Taslim. Siapa yang tidak mengenalnya bukan? Eits, tapi jangan salah. Buku ini bukan menceritakan tentang Joe Taslim yang ‘itu’, tapi menceritakan tentang Bukan Joe Taslim. Hah? Apasih maksudnya? Maka itu, bacalah dan kamu akan mengerti apa maksudku 😉

Yup, buku ini menceritakan tentang Bukan Joe Taslim dengan peri jodohnya Sally Cinnamon. Peri? Siapa yang masih percaya dengan kehadiran peri di jaman sekarang ini? Jika seorang yang bernama peri tiba-tiba muncul dihadapan kalian, apakah kalian akan langsung menganggapnya sebagai peri, apa justru kalian menganggapnya hantu?

Begitupun dengan Joe. Sally, peri jodoh ini sudah selalu berada di dekat Joe, bahkan jauh sebelum pertemuannya dengan Joe berlangsung di Bali. Namun sayangnya, selama itu Joe tidak menyadari bahwa Sally selama ini sudah dan selalu berada di dekatnya. Tepatnya, hal ini terjadi karena Sally tidak bisa menampakan cahayanya sehingga Joe tidak bisa melihatnya.

Namun saat di Bali, dimana seharusnya Joe pergi berwisata bersama rombongan teman-teman kuliahnya, Joe malah harus terpisah dan tersesat. Disaat itu pulalah pertemuan Joe dan Sally terjadi. Awalnya Joe tidak menyadari bahwa hanya dia satu-satunya yang bisa melihat Sally saat itu, sampai akhirnya Sally memberitahunya bahwa ia adalah peri jodoh Joe. Joe yang tidak meyadari itu, menganggap bahwa Sally adalah seorang hantu.

Sialnya lagi, semenjak bertemu Sally, Joe yang sudah sial karena harus terpisah dengan rombongannya, menjadi semakin sial saat mencoba berbagai cara untuk menyusul teman-temannya di penginapan. Dan Joe menganggap kesialan itu semua terjadi semenjak Joe melihat Sally.

Usaha Joe untuk mencoba berbagai cara menyusul teman-temannya mulai membuahkan titik terang. Namun pada saat itu juga, Sally memaksa Joe untuk membajak sebuah bus demi menolong Mela, yang menurut Sally, si peri jodoh ini, adalah jodoh untuk Joe. Terdapat perdebatan batin yang luar biasa untuk Joe mengambil keputusan itu. Joe berpikir, nasib sial apalagi yang akan menimpanya kali ini gara-gara Sally.

Lalu, apa hasil dari keputusan Joe? Membajak bus demi menolong seorang yang katanya adalah jodohnya, atau mengikuti akal normalnya dengan tetap menyatakan bahwa membajak bus demi menolong orang yang bahkan wujudnya saja tidak diketahui itu merupakan pilihan konyol? Dan, apakah benar Mela merupakan jodohnya seperti yang dikatakan Sally Cinnamon?

“Teman tetaplah teman, Joe. Mereka terikat juga pada hubungan lain. Keluarga, sanak saudara, kekasih, dan bahkan teman-teman lain selain kamu. Apakah kamu berani mengandalkan mereka akan selalu ada saat kamu butuh, seperti kamu yang selalu ada saat mereka butuh?” – Sally Cinnamon to Joe (hlm 100)

***

Orang yang memberi terlalu banyak, kadang juga akan meminta lebih banyak. (hlm 23)

The Stardust Catcher karya Suarcani ini mengambil tema peri jodoh yang sangat unik menurutku. Peri. Yup, makhluk yang biasanya hanya diceritakan dalam dongeng anak-anak ini coba diangkat oleh Kak Suarcani kedalam sebuah novel. Dan aku suka dengan hasilnya. Manis dan imut-imut sekali cerita dalam buku ini 😀

Image peri yang digambarkan Kak Suarcani pada diri Sally Cinnamon ini sangat cocok. Aku suka banget dengan karakter Sally. Persis peri cilik dalam bayanganku. Bagian dalam buku ini yang menjadi kesukaanku adalah interaksi yang terjadi antara Joe dan Sally. Sifat Joe ini lucu banget. Pas jadinya jika dipadukan dengan Sally. Justru diam-diam aku berharap bahwa akan ada twist yang menjadikan jodohnya Joe ini ternyata adalah Sally heheh…. XD

Rasa memiliki itu ternyata menyesatkan, hanya membuai sejenak sebelum akhirnya menjelma menjadi sakit ketika kehilangan. (hlm 123)

Mengenai sifat para tokoh. Aku suka karakter Joe yang lucu dan sedikit penakut ini. Jarang-jarangkan tokoh utama laki-laki digambarkan begini. Biasanya kan tokoh utama itu pasti gagah dan keren hehehe… Karakter Sally sebagai peri jodoh juga imut dan manis banget. Pas banget dengannya. Dan juga karakter Mela. Walaupun diserang penyakit, ia tetap optimis dalam menjalani hidup demi adiknya. Banyak pesan-pesan positif yang bisa diambil dari sikap Mela serta percakapan-percakapannya.

Kemudian mengenai cerita dalam buku ini telah disampaikan dengan baik. Sayangnya, aku pribadi sedikit bosan membaca bagian Joe dengan segala kesialannya ini. Bukan karena ceritanya jelek, karena aku pribadi menyukai bagian ini soalnya ketika Joe sial ini cukup banyak terjadi momen dengan Sally, dan aku suka momen-momen ketika mereka berdua. Yang membuat aku bosan adalah kesialan Joe yang bertubi-tubi. Seperti peribahasa, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah kondisi Joe. Aku kasihan liat Joe yang terus-terusan sial 😦

Lagi pula, dua orang yang berjodoh tidak harus selalu jadi kekasih. Cinta sangat universal, bukan? (hlm 177)

Tapi seperti yang kukatakan, kebosananku itu terbayar dengan momen-momen lucu yang terjadi antara Joe dan Sally. Yup, aku penggemar pasangan JoexSally 😀 Ohya, tapi tenang saja kok, kesialan Joe ini tidak berlanjut sampai akhir dari buku ini. Karena, setelah kesialan Joe, ada cerita yang lebih menarik. Dan begitupun menurutku. Setelah kesialan Joe ini berakhir, ceritanya jadi lebih menarik. Ada bagian yang tidak terduga juga. Mengenai ending? Ahhh aku suka banget sama endingnya. Gak terduga tapi membuat manis endingnya. Apa ya….. hihihi…. XD

“Kamu tahu bagaimana komposisi keluarga yang seimbang dan baik itu? Antara orang tua dan anak tidka ada yang saling memaksakan kehendak. Tidak orang tua, tidak pula anak. Mereka punya hak yang sama untuk memiliki kebahagiaan masing-masing, asalkan masing-masing pihak tetap kompromi akan satu hal. Komitmen.” – Mela to Joe (hlm 169)

Ada satu bagian juga yang sedikit membuatku bingung. Yaitu mengenai Oscar dan Sally. Tadinya aku mengira, ada hubungan antara Oscar dan Sally ini, yaitu bahwa Sally Cinnamon ini sama dengan Sally adiknya Oscar yang telah meninggal. Dan tadinya aku juga mengira akan ada cerita tentang mereka. Tapi sepertinya itu hanya harapanku karena sampai akhir tidak ada cerita mengenai Oscar dan Sally. Apakah aku yang salah mengerti tentang Oscar dan Sally ya? Hmm… maaf ya jika aku salah memahami bagian ini ^^

Secara keseluruhan buku ini selain menceritakan tentang peri jodoh, banyak hal-hal positif yang diajarkan dalam buku ini. Antara lain mengajarkan bahwa pilihan yang orangtua ambil adalah pilihan yang terbaik bagi seluruh anggota keluarga, bukan hanya salah satu pihak. Dan hal lain yang kusuka dari Kak Suarcani dari buku ini selain ceritanya sendiri yang sudah menarik, yaitu bagaimana cara Kak Suarcani menyampaikan kalimat-kalimat positif dalam buku ini. Benar-benar jleb gitu 🙂

3 bintang untuk Sally Cinnamon!

“Sejahat-jahatnya orang tua, hanya mereka yang akan tetap menyerukan doa untukmu, bahkan ketika kamu sudah melepas doamu untuk mereka.” – Sally Cinnamon to Joe (hlm 100)

Regards,

Twins J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s