RESENSI: CINTA AKHIR PEKAN BY DADAN ERLANGGA

cinta akhir pekan.indd

Judul Buku: Cinta Akhir Pekan

Penulis: Dadan Erlangga

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: November, 2015

Harga: Rp 62.000

Tebal: 344 hlm

Ukuran: 13,5 x 20cm

Cover: Softcover

ISBN: 978-602-03-2298-8

Available at: bukupedia.com

Arlin yakin ia telah diperkosa!

Setelah menginvestigasi dan menginterogasi keempat teman prianya yang menginap dan berpesta di suatu akhir pekan, smeua punya alibi yang meyakinkan bahwa mereka bukan pelakunya. Lalu, siapa?

Dunia dan masa depan Arlin runtuh dalam semalam. Ia bahkan sempat memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena tak sanggup menanggung aib dan malu.

Ketika akhirnya salah seorang mengaku sebagai pelakunya dan bersedia bertanggungjawab, Arlin tak serta-merta percaya. Arlin mengenal pria itu sejak di bangku SMP, dan dia terlalu baik untuk melakukan hal sebejat itu.

Ironisnya, Arlin harus menerima pernikahannya agar benih yang ia kandung tidak dicap sebagai anak haram. Arlin bertekad melampiaskan kemarahannya dan menjadikan pernikahan mereka sebagai neraka bagi pria itu. Hingga sebuah rahasia tersibak, membuat Arlin percaya bahwa cinta yang tulus itu benar-benar ada…

***

“…Tuhan tidak pernah tidur, dan bukan tak mungkin Dia membisikkan sesuatu kepada korban yang teraniaya. Kejujuran akan menyelamatkan banyak orang, sementara kebohongan hanya menjanjikan keselamatan atas dirinya sendiri….” – Mama to Arlin (hlm 80)

Pada suatu akhir pekan, Arlin bersama sahabatnya Dita, dan keempat teman prianya pergi berlibur di suatu villa. Suatu malam mereka habiskan dengan barberque dan minum-minum. Tak urung Arlin pun ikut minum-minum. Sampai keesokan paginya, ketika Arlin bangun, Arlin merasakan kesakitan pada tubuhnya, dan ia merasa yakin kalau ia telah diperkosa. Arlin merasa sangat jatuh dan kotor melihat dirinya sendiri. Arlin memendam kenyataan itu sampai ia kembali ke rumah. Hari-hari Arlin dilewati dengan murung dan tanpa semangat.

Dita, sahabatnya merasakan keanehan pada diri sahabatnya dan menemukan kenyataan bahwa Arlin telah diperkosa. Bersama dengan Dita, Arlin menginterogasi teman-teman prianya, yaitu Bisma, Edwin, Ferdy, dan Chandra yang juga ikut ke villa waktu itu. Namun hasilnya nihil. Mereka semua punya alibi dan tidak ada yang menunjukkan bahwa mereka pelakunya.

Arlin semakin putus asa. Sampai akhirnya mamanya mengetahui kenyataan itu dan berusaha mencari siapa pelaku yang telah menodai anaknya. Sampai suatu saat usaha mamanya itu menghasilkan hasil yang salama ini dinanti, yaitu menemukan pelakunya. Namun, Arlin sama sekali tidak menyangka bahwa dari keempat pria itu, dia lah yang mengaku menjadi pelakunya.

Arlin tidak percaya begitu saja, namun apadaya ia akhirnya menerima pernikahan yang diusulkan dan memulai hidup sebagai suami istri dengannya. Hidup rumah tangga mereka berjalan tanpa adanya cinta. Sampai suatu saat, ketika Arlin mencium adanya keanehan dan berusaha mencari tahu, terkuaklah rahasia besar itu. Apakah rahasia itu? Bagaimana kelanjutan kisah rumah tangga Arlin? Dan apakah benar bahwa dia adalah pelaku sesungguhnya?

***

“Tidak ada laki-laki brengsek yang bersedia bertanggung jawab. Dan tidak ada perempuan brengsek yang mampu melihat kebenaran itu.” – Bu Maria to Arlin (hlm 184)

Akhir-akhir ini saya sedang sangat menikmati buku bertemakan pernikahan. Maka itu lah saya tertarik membaca Cinta Akhir Pekan ini.

Buku ini menceritakan tentang kehidupan Arlin yang jatuh ketika tahu dirinya telah diperkosa. Kesan cerita yang berat, namun penulis menggunakan bahasa dan gaya penulisan yang baik dan sangat nyaman. Begitu pula dengan cerita yang penulis sampaikan, saya sangat menikmatinya.

Selama membaca buku ini, saya sangat merasakan perasaan yang dirasakan Arlin. Benar-benar sangat mengena. Emosi yang dirasakan Arlin begitu bisa saya rasakan. Jujur, saya sendiri sampai merasa sedih, marah, dan kesal sendiri ketika membaca novel ini.

“Berhentilah meminta maaf. Semakin sering kamu mengucapkannya, kata maaf itu semakin nggak ada harganya lagi.” – Arlin to Chandra (hlm 208)

Cerita dalam buku ini sukses mencampuradukkan perasaan saya. Dari merasa simpatik dengan kondisi Arlin, putus asa ketika tidak menemukan titik terang tetang kejadian itu, sampai saya bahagia dan merasa puas dengan endingnya.

Ohya, ada satu bagian dalam buku ini yang sangat membuat saya tegang ketika membacanya. Bagian tersebut ada di Bab 27. Singkat ceritanya saya benar-benar tegang membaca bab ini. Benar-benar terpikir bahwa saya akan berhenti membacanya karena merasa kecewa dengan ending salah satu tokohnya. Namun akhirnya semua itu hanya ketegangan sementara yang dimana akhir dari bab 27 ini ternyata sangat memuaskan saya dan tidak membuat saya memutuskan untuk berhenti, tetapi justru semakin membuat saya tertarik untuk menikmati kisah Arlin sampai akhir. (PS: Baca sendiri ya Bab 27 itu tentang apa. Gak mau spoiler soalnya bagi yang belum baca, biar kalian semakin penasaran :D)

“…Berpikiran negatif itu tentu saja berbeda dengan sikap waspada. Jika bersikap waspada akan menghindarkan kita dari sesuatu yang tidak kita harapkan, maka pikiran negatif justru mendekatkan kita dengan hal buruk itu.” – Bi Inah to Arlin (hlm 259)

Tokoh idola saya dalam buku ini tentunya adalah Chandra. Rasa-rasanya jarang bisa menemui cowok segentle dan sesabar dia serta penuh tanggung jawab di jaman sekarang ini. kesabaran Chandra dalam menghadapi Arlin benar-benar membuat saya terpesona. Benar-benar beruntung memiliki cowok sepertinya.

Selain itu, yang menarik dalam buku ini adalah menguak teka-teki dan rahasia terbesar dari kejadian yang membuat Arlin sangat jatuh. Yak, mencari pelaku yang sebenarnya. Saya sendiri ikut menebak-nebak setiap muncul beberapa clue tentang kejadian itu. Namun saya sering salah sampai akhirnya clue yang disampaikan penulis sangat jelas menunjukkan siapa pelakunya.

“Karma buruk atau bukan, aku hanya percaya bahwa setiap perbuatan pada akhirnya akan mendapatkan balasan yang setimpal.” – Arlin to Chandra (hlm 334)

Secara keseluruhan, kisah Arlin dibuku ini benar-benar luar biasa mengaduk-ngaduk perasaan saya. Saya sangat menikmati sekali waktu-waktu saya saat membaca buku ini, karena emosi-emosi yang disampaikan dan dirasakan setiap tokoh dan setiab bab sangat terasa sekali. Cerita yang oke, tokoh-tokoh yang keren dan baik sekali digambarkan dalam novel ini. Dan dari novel ini juga kita bisa belajar dan mengetahui bahwa cinta yang tulus dan sejati itu benar-benar ada bagi kita yang mau membuka hati dan tidak menutupnya.

4 bintang untuk Cinta Akhir Pekan ini!

“Menurutku, akhir pekan adalah simbol dari sesuatu yang sangat dinantikan oleh semua orang. Mungkin nggak semua, tapi sebagian besar. Setelah lelah bekerja selama lima atau enam hari, akhir pekan menjadi saat-saat yang dinantikan oleh karyawan kantoran. Begitupun bagi seorang siswa. Bagi seorang ibu rumah tangga, akhir pekan bisa menjadi saat yang paling menyenangkan karena bisa dilalui bersama semua anggota keluarga seharian. Dalam makna yang lebih personal, aku memandang akhir pekan sebagai gambaran dari sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan setelah segala ujian dan kesedihan datang dalam hidup seseorang.” (hlm 329)

 

Regards,

Twins J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s