RESENSI: NOCTURNAL BY CORA P.

nocturnal

Judul Buku: Nocturnal

Penulis: Cora P.

Penerbit: Mazola

Terbit: Mei 2014

Tebal: 286 hlm

ISBN: 978-602-7968-58-5

Bagi Rheina, selama ini ada Aryo yang selalu mendukungnya bergiat di Nocturnal, UKM pecinta alam di kampusnya. Menjadi anggota Nocturnal nggak gampang, penuh ujian mental dan fisik. Dengan susah payah Rheina menguras waktu, tenaga, dan pikiran hanya untuk memiliki nomor identitas anggota Nocturnal.

Namun mereka terpaksa menjalani LDR karena Aryo mesti magang di Sulawesi. Menjelang kepergian Aryo, Rheina pun tak punya banyak waktu untuk bersama karena sibuk mempersiapkan ekspedisi ke Gunung Lawu. Kesibukan Rheina di Nocturnal membuatnya dekat dengan Tyo, cowok setim yang dianggapnya sangat menyebalkan. Sebelumnya, Rheina dan Tyo seperti kucing dan anjing yang tak pernah akur. Gosip bahwa mereka jadian pun berembus sampai ke telinga Aryo yang masih sibuk bekerja di Sulawesi. Perselisihan pun terjadi. Apalagi, Rheina pun kehilangan kepercayaan pada Aryo karena ternyata cowok itu masih terlibat cinta pertamanya semasa SMA. Perempuan bernama Lidya.

***

Rheina, seorang mahasiswa baru di suatu universitas telah memulai kehidupan perkuliahannya. Tidak mau menyia-nyiakan masa kuliahnya, Rheina pun bersama sahabatnya, Tika, mendaftarkan diri ke UKM Nocturnal. Unit Kegiatan Mahasiswa pecinta alam. Butuh seleksi dan perjuangan keras bagi siapapun yang ingin masuk ke UKM ini. Bukan hanya sekedar wawancara dan kemudian lolos, namun ada pelatihan dasar yang wajib diikuti oleh setiap calon anggota yang ingin bergabung. Begitu pula dengan Rheina dan Tika. Dengan susah payah dan menguras tenaga, waktu, serta pikiran, mereka mengikuti setiap tes, latihan, sampai pelatihan dasar untuk dapat bergabung kedalam Nocturnal. Setelah mengikuti pelatihan dasar yang tidak gampang, akhirnya Rheina lolos dan diterima menjadi anggota, sedangkan Tika memutuskan untuk mundur.

Dari Nocturnal inilah, Rheina mengenal Aryo. Kakak kelas yang meminjamkan carrier untuk Rheina. Dari sini pulalah hubungan antara Rheina dan Aryo dimulai, sampai akhirnya mereka berpacaran. Selain mengenal Aryo, Rheina pun mengenal Tyo. Salah satu mahasiswa baru yang juga tergabung dalam keanggotaan Nocturnal ini adalah seorang cowok yang songong dan sangat menyebalkan menurut Rheina.

Kisah cinta Rheina dan Aryo berjalan mulus sampai suatu ketika Rheina menemukan sebuah kotak yang menyimpan foto seorang perempuan yang ternyata adalah mantannya di kontrakan Aryo. Rasa tidak percaya mulai tumbuh dalam diri Rheina. Dilain sisi, hubungan Rheina dan Tyo yang biasa seperti kucing dan anjing, lambat laun menjadi dekat layaknya sahabat.

Bagaimanakah kelanjutan kisah Rheina, Aryo, dan Tyo? Dan, bagaimanakah kisah Rheina bersama UKM Pecinta Alam di kampusnya, yakni Nocturnal? Akankah Rheina bertahan sampai akhir atau memutuskan mundur dari Nocturnal seperti sahabatnya, Tika?

***

Orang yang memandang kesuksesan dari satu sudut pandang saja adalah orang yang monoton, bagaikan robot bertopeng manusia. – hlm 16

Novel kedua dari Cora P. ini merupakan buku pertama karyanya yang saya baca. Buku ini saya dapatkan sebagai hadiah dari bukupedia karena menang lomba review gelombang pertama.

Cover yang simple dan blurb yang menarik membuat saya tertarik juga untuk membacanya. UKM pecinta alam. Itulah bagian terbesar yang membuat saya semakin tertarik.

Buku ini ditulis dengan gaya bahasa anak muda sekali. Bahasanya yang renyah dan sangat gaul membuat buku ini sangat enak untuk diikuti. Humor-humor yang disampaikan penulis juga memberi warna dalam buku ini.

Senyuman yang tulus untuk semua pekerjaan dan kesulitan yang kita temui akan membawa kemudahan bagi kita dalam menghadapinya. Just do smile… 🙂 – hlm 53

Saat membacanya, yang menjadi penantian terbesar saya adalah ekspedisi-ekspedisi yang akan dilakukan Rheina bersama Nocturnal. Sayang sekali, bagian ketika Rheina melakukan ekspedisi kurang banyak. But its okay! Saya masih bisa menikmati gambaran besar bagaimana jalannya suatu UKM pecinta alam serta bagaimana ketika mereka melakukan suatu ekspedisi. Karena jujur, di kampus saya sendiri UKM seperti ini tidak ada. Jadi, menjadi daya tarik sendiri sebenarnya bagian ekpedisi dalam buku ini.

Selain itu, konflik yang disampaikan dalam buku ini kurang terasa menurut saya. Akan lebih baik jika konflik antara Rheina dan Aryo lebih di eksekusi dengan detail, tidak hanya sekedar lewat dan tahu bahwa mereka memiliki sebuah konflik karena sesuatu, dan selesai karena sesuatu. Akan lebih menarik jika penulis menambahkan puncak konflik mereka.

“Haha… Nikmatin aja sih, Tik. Nimatin prosesnya, fokus pada garis akhirnya. Insya Allah kesuksesan udah nunggu di ujung sana.” Rheina to Tika (hlm 93)

Tokoh favorit saya dalam buku ini adalah Tyo. Ya, walaupun dia bukan tokoh utama dan kemunculannya dalam buku ini tidak banyak, tapi entah kenapa dari semua tokoh, saya paling suka dan tertarik dengan Tyo. Sedih juga waktu mengetahui bagaimana ending Tyo di buku ini 😦 Tetapi juga merupakan kejutan tersendiri bagi saya ketika melihat ending dari Tyo. Dan ternyata penulis sudah menyampaikan clue-clue dari awal! Wah, sebenarnya saya tidak menyangka bahwa bagian-bagian itu merupakan clue. Justru sempat terpikir bahwa hal-hal yang disampaikan penulis, yang ternyata merupakan clue ini, menurut saya tidak penting dan tidak jelas arah ceritanya. Tapi ternyata hmm…..

“Denger ya, dengan adanya perbedaan itu kita bisa saling melengkapi satu sama lain, bukannya berselisih.” – Aryo to Rheina (hlm 158)

Overall saya menikmati ceritanya. Ringan sekali dan khas remaja. Ditambah dengan ide cerita yang ringan dan gaya bahasa yang gaul, serta humor yang diselipkan, buku ini sangat pas dinikmati disela-sela waktu. Tidak berat sehingga tidak memakan waktu lama juga untuk membacanya. Boleh dicoba bagi teman-teman yang menginginkan bacaan ringan dan sambil merasakan tentang UKM pecinta alam dan ekspedisi yang mereka lakukan.

3 bintang untuk ekspedisi ini!

Intinya, mereka bilang, tidak ada kesuksesan yang datangnya secara instan. Semuanya pasti butuh kerja keras dan perjuangan. Tapi setelah kesuksesan itu diraih, kita sendirilah yang akan puas menikmati hasil jerih payah kita nantinya. – hlm 168

 

Regards,

Twins J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s