RESENSI: DOUBLE SPIN ROUND BY MIYASHITA NATSU & SHOJI YUKIYA

1461215315726

Judul Buku: Double Spin Round

Penulis: Miyashita Natsu & Shoji Yukiya

Penerjemah: Andry Setiawan

Penerbit: Penerbit Haru

Terbit: Februari 2016

Harga: Rp 59.000

Tebal: 268 hlm

Cover: Softcover

ISBN: 978-602-7742-75-8

Siapa pun pasti punya rahasia.

Madoka dan Yuichi adalah kakak beradik dengan beda umur yang cukup jauh dan sifat yang bertolak belakang. Madoka masih duduk di bangku SD, sedangkan Yuichi sudah SMA. Madoka menyukai judo, sedangkan Yuichi adalah anggota band.

Keluarga mereka hidup baik-baik saja sampai Madoka menerima sebuah panggilan telepon dari orang yang tak dikenal.

Satu panggilan telepon merubah keluarga yang tadinya baik-baik saja menjadi keluarga yang menyimpan rahasia satu sama lain.

Apa sebenarnya rahasia keluarga mereka?

***

“Dari dulu katanya orang yang punya dua pusaran rambut itu orang yang bahagia”

Keluarga Komiya adalah sebuah keluarga yang dapat dikatakan sebagai keluarga yang penuh cinta kasih. Anggota keluarganya terdiri dari Ayah, Ibu, Kakek, Kakak dan Adik. Kakak nya yaitu Komiya Yuichi merupakan siswa kelas 2 SMA yang sangat gemar bermain band. Yuichi melakukan band nya bersama 3 orang temannya, Naruchon, Zaki dan Masaya. Mereka menamai band mereka dengan Double Spin Round atau disingkat DSR. Sedangkan adiknya, Komiya Madoka masih duduk di kelas 4 SD dan sangat menyukai judo. Keinginan Madoka adalah meneruskan dojo milik kakeknya.

Sampai suatu hari ketika telepon rumah mereka berdering, Madoka yang mengangkatnya. Si pemanggil mengatakan bahwa dirinya adalah Ashida Nobuko-san. Satu nama yang akhirnya membuat bau rahasia tercium di antara keluarga Komiya itu.

Bagi Yuichi, Ashida Nobuko-san tak lain merupakan teman ayahnya yang juga pernah menonton konser mereka dan sangat menyukai DSR. Akan tetapi bagi Madoka nama itu membawa sebuah rahasia yang tercium dari ibunya. Karena ketika Madoka menyebutkan nama itu, wajah ibunya menjadi berubah seketika.

Perlahan namun pasti satu demi satu rahasia mulai tercium, baik bagi Yuichi maupun Madoka. Dimulai dari munculnya nama Ashida Nobuko-san, lalu munculnya teman ibu mereka yang merupakan idol terkenal Sakurai Hanako-san sampai pemilik talent agency Ishigo-san.

Apa sebenarnya rahasia yang ada diantara keluarga Komiya? Bagaimana Yuichi maupun Madoka mampu untuk menguak dan mengetahui ada apa sebenarnya dengan rahasia keluarga mereka?

***

“Orang yang berbahagia adalah orang yang menemukan apa yang ingin ia lakukan saat masih muda” (hlm 96)

Double Spin Round merupakan novel J-Lit pertama yang saya baca tahun ini. dan sukses membuat saya tertarik dengan kisahnya. Mengangkat tema keluarga, cerita keluarga Komiya ditata apik dalam sebuah buku ini. saya suka bagaimana penulis membuat karaktek kakak beradik Komiya dalam cerita ini.

Yuichi sang kakak yang lebih terlihat dewasa walau masih kelas 2SMA dan adiknya Madoka yang masih duduk di kelas 4 SD digambarkan dengan baik. Saya suka karakter adik manis yang dibangun dalam karakter Madoka ini. Dan juga tentunya karakter kakak yang dibangun dalam diri Yuichi juga sangat baik. saya suka sikap yang diambil Yuichi dalam menyikapi rahasia yang ada dikeluarganya. Alih-alih tambah membuat resah Madoka, Yuichi memiliki caranya sendiri untuk membuka rahasia keluarga. Setiap kali Madoka datang untuk mengatakan kecurigaan dan keresahannya, Yuichi dapat dengan baik menenangkan adiknya itu.

“Seringan apa pun latihannya, orang tidak akan bisa berkembang kalau tidak ada niat untuk melakukan hal yang baru.” (hlm 76)

Sedangkan karakter Madoka, walaupun masih kelas 4SD tapi ada banyak pemikiran-pemikiran dan dialog yang diucapkannya yang terlihat sangat dewasa. Terlihat sekali seperti anak kecil berumur 10 tahun yang sedang mencoba untuk menjadi dewasa. Madoka selalu ingin menjadi lebih kuat dan menjadi gadis. Saya takjub karena karakter anak kelas 4SD ini dibuat seperti ini.

Untuk segi cerita, saya juga suka. Cerita mengenai kekeluargaannya sangat terasa. Saya sampai menyukai keluarga Komiya ini. ada sosok ayah yang sangat menyayangi keluarganya, begitupun sang ibu yang pandai memasak, dan kakek yang sangat baik. cinta antar keluarga Komiya sangat terasa dan saya juga bisa merasakannya.

Novel ini diceritakan dari dua segi POV Yuichi dan Madoka yang secara bergantian. Dibuka dengan POV Madoka lalu berganti menjadi Yuichi di bagian kedua dan seperti itu hingga bab terakhir. Pertamanya saya sempat bingung dan tidak menyadari kalau POV nya diambil dari dua sisi. Jadi sempat berpikiran ini sebenarnya dari sudut pandang siapa sih.

“Kalau tidak punya niat yang kuat maka tidak akan ada hasilnya.” –Naruchon (hlm 104)

Bagi saya, saya sangat menyukai bagian POV dari sisi Yuichi. Karena cerita bagian Yuichi sangat terarah dan menceritakan bagaimana rahasia keluarga Komiya akhirnya bisa terkuak. Disini menurut saya yang secara aktif mencari tahu tentang rahasia nya adalah Yuichi. Sedangkan bagi saya Madoka adalah penemu kata kuncinya, dan Yuichi yang mencari jawabannya.

Kelebihan POV dari sisi Madoka adalah saya seperti membaca buku diary. Buku diary yang ditulis sendiri oleh Madoka yang menceritakan bagaimana ia ingin menjadi kuat, meneruskan dojo kakeknya, kecintaannya dengan judo, dan keresahannya tentang ibunya. Kelebihan ini sekaligus menjadi kekurangan buat saya. menurut saya Madoka tidak terlalu banyak membantu dalam menguak rahasia ini, dan ceritanya cenderung menceritakan diri sendiri dan ibunya. Tapi saya tetap menyukainya. Bagi saya cerita Madoka sangat lucu dan menggemaskan. Saya juga ingin punya adik kecil seperti Madoka, hehehe…

“Nggak ada orang yang bisa berpikir objektif mengenai keluarga mereka sendiri.” –Sayumi-san (hlm 167)

Yang terakhir mengenai buku ini, di bagian terakhir saya sangat mengecewakan kenapa tidak dibuka rahasia dan kisah dibalik hubungan antara ibu Yuichi dan Ishigo-san. Yang ada hanya spekulasi yang diciptakan oleh Yuichi sendiri. Saya juga berpikiran sama seperti Yuichi tadinya, tapi melihat jawabannya sendiri bukankah lebih seru daripada sekedar menebak-nebak tanpa kepastian bukan? ^^

Pada akhirnya saya memberikan 3 dari 5 bintang untuk buku ini. kisah kekeluargaan yang ada di keluarga Komiya sangat baik. Patut untuk dicontoh. Sebuah keluarga yang saling mengasihi. Aku merekomendasikan buku ini untuk para pecinta J-Lit maupun penyuka kisah yang mengangkat tema kekeluargaan.

“Kejadian yang menyenangkan itu bukan tergeletak begitu saja, lho. Hal baik itu, ya, mesti dicari.” –Madoka (hlm 190)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s