RESENSI: GRAVITY BY RINA SURYAKUSUMA

 

28767589

Judul Buku: Gravity

Penulis: Rina Suryakusuma

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: 15 Februari 2016

Harga: Rp 68.000

Tebal: 328 hlm

Ukuran: 13,5 x 20cm

Cover: Softcover

ISBN: 978-602-03-2512-5

 

What’s meant to be in your life

Will always gravitate back to you

Cecilia selalu merasa ia dan Declan seperti magnet yang tarik-menarik, tetapi kecintaan Declan untuk travelling dan profesinya sebagai fotografer membuat pria itu sering meninggalkan Cee. Lama-kelamaan kehadiran Declan mulai terasa hanya sebatas suvenir, foto, dan pesan singkat.

Hingga suatu hari, pertemuan yang tak sengaja dengan Bernard, menggoyahkan Cee. Sang business analyst memesona hati Cee dengan sosoknya yang selalu ada ketika Declan selalu meninggalkannya.

Dan, ketika Cee nyaris yakin dengan perasaannya terhadap Bernard, Declan kembali mencoba memenangkan hati Cee.

Cee bimbang, namun seperti gravitasi, semua orang yang sudah digariskan ada dalam hidupmu, akan selalu kembali padamu. Tapi benarkah akan selamanya seperti itu?

Cecilia, atau biasa dipanggil dengan Cee, adalah seorang gadis muda yang bekerja di Channel Week. Hidup Cee layaknya gadis biasa, bekerja untuk memenuhi hidup, dan menjalin cinta. Selama ini, Cee menyukai sosok seorang traveller dan fotografer bernama Declan. Ya, traveller. Bekerja berkeliling tempat, bahkan dunia. Tidak bisa hanya menetap di satu tempat. Awalnya Cee tidak masalah dengan itu, sampai akhirnya terjadilah pertemuan yang tidak disengaja dengan Bernard.

Sedikit demi sedikit Cee mulai menyukai Bern. Hobi yang sama seperti menjadi penghubung antara mereka. Bernard selalu ada bagi Cee, bahkan disaat tengah malam Cee membutuhkan bantuannya. Setiap pesan yang dikirimkan Cee pun dibalas tidak sampai hitungan menit, bahkan hanya hitungan detik pesan balasan itu sampai di handphone Cee. Dilain sisi, Declan terus-menerus hilang bersama aktivitas travellingnya. Kehadiran Dec akhir-akhir ini hanya dirasakan Cee sebatas suvenir dan foto yang dikirimkan Dec. Bahkan, tidak seperti Bernard yang selalu membalas pesannya secepat kilat, untuk Dec, Cee harus menunggu selama hampir 1 jam hanya untuk menerima balasannya.

Perbedaan itu semakin membuat Cee merasakan kebimbangan. Hubungan Cee dengan Bern semakin dekat, namun dilain sisi Dec juga kembali dan berusaha memenangkan Cee. Lalu, dimanakah akhirnya hati Cee berlabuh? Apakah kepada Declan yang selama ini menghiasi hatinya, namun keberadaan dirinya selalu seperti mimpi? Ataukah kepada Bernard, sosok nyata yang selalu ada untuknya?

***

Gravity adalah buku pertama karya Kak Rina yang saya baca. Yang membuat saya tertarik membacanya adalah ketika saya membaca blurb atau sinopsisnya. Pikiran pertama yang terlintas di kepala saya (atau mungkin hanya imajinasi saya) adalah bahwa pada akhirnya Cee akan berhubungan dengan Declan, tidak dengan Bernard. Kenapa? Ya karena selama ini di imajinasi saya, tokoh yang pertama dikenalkan, sekalipun itu hanya mimpi bagi Cee, tidak mustahil akan dibentuk oleh penulis menjadi tokoh yang nyata, melawan tokoh nyata yang sebenarnya sudah ada, dalam hal ini Bernard. Apalagi Declan adalah tokoh pertama yang disukai Cee. Tapi ternyata saya salah. Yah, lagi-lagi imajinasi saya terlalu tinggi ๐Ÿ˜€

Saya sangat menyukai buku ini. Konflik yang disajikan tidak terlalu terburu-buru dan tidak terlalu lambat. Semuanya disajikan sesuai porsinya. Penokohan yang dibuat oleh penulis juga sangat baik, saya sangat menyukai sifat masing-masing tokoh disini.

โ€œIt takes two to tango. It takes two to love. It takes two to make this relationship work. Just think about it, Babe.โ€ โ€“ Nolan (hal 290)

Pertama, Cee. Hal pertama yang saya sukai darinya adalah pekerjaannya. Saya sangat kagum dengan pekerjaan-pekerjaan seperti Photo Editor, fotografer, dll. Maka itu, melihat Cee dengan pekerjaannya sebagai photo editor membuat saya semakin tertarik mengamati Cee sampai di lembar akhir. Selain pekerjaannya, saya juga sedikit gemas dengan sifat Cee disini. Dirinya yang linglung ketika berada di tengah antara 2 lelaki tidak bisa saya salahkan. Jika saya berada diposisinya pun, mungkin saya juga akan bingung, memilih Declan atau Bernard. Tapi sayangnya saya sedang tidak berada diposisinya, maka itu saya sangat gemas melihat Cee yang bimbang akan hatinya sendiri. Namun, pada akhirnya saya bangga karena Cee bisa menemukan pada siapa hatinya berlabuh.

Kedua, Declan dan Bernard. Si traveller sekaligus fotografer ini menurut saya pribadi kalah keren dengan Bernard ๐Ÿ˜€ walaupun tidak dipungkiri saya juga menyukai sosok Declan, namun dari 1 sampai 10, maka hanya angka 5 saya berikan kepada Dec, dan 10 untuk Bernard hehehe… Dec selalu hadir dan hilang begitu saja di buku ini. Kesan saya terhadap Dec kurang mendalam, tidak sedalam perasaan saya pada Bernard. Dari awal Bernard hadir, saya sudah jatuh cinta padanya. Sosok Bern inilah sosok pria idaman saya. Selalu ada untuk wanitanya, tidak seperti Dec yang selalu hilang dan hadir sebatas dinner ketika pulang dan suvenir-suvenirnya.

โ€œWaktu orang mengatakan padamu bahwa mereka sibuk, itu bukan mengacu pada jadwal mereka, melainkan pada urutan prioritas mereka.โ€ โ€“ Bern (hal 150)

Dan ketiga, sosok yang tidak bisa dihilangkan dari buku ini, yang harus diakui juga memberikan warna pada kisah di buku ini, yaitu Nolan, sahabat Cee. Saya sangat menyukai sifat Nolan disini. Ketika membaca dan melihat Nolan, saya sangat menyukai kehadirannya. Sosok Nolan sedikit-banyak membantu Cee memahami hatinya sendiri. Jika Cee kadang sebal mendengar perkataan Nolan, maka saya pribadi sangat menyukai setiap yang dikatakan Nolan kepada Cee. Sosok Nolan adalah sosok sahabat yang sangat baik, berbanggalah jika kamu memiliki sahabat seperti Nolan.

โ€œHubungan yang sukses tidak terjadi begitu saja, Cee. Suatu hubugan bisa bertahan bukan karena ditakdirkan seperti itu. Suatu hubungan bisa bertahan karena dua manusia di dalamnya memutuskan untuk berusaha dan berjuang. Dan terutama, Cee, mereka memilih untuk tetap tinggal di dalamnya.โ€ โ€“ Nolan (hal 290)

Selain penokohan para tokoh, saya juga sangat menyukai konflik-konflik yang disampaikan di buku ini. Konflik mengenai pencarian jati diri Cee adalah salah satu konflik yang sangat saya nikmati dan sangat saya nantikan. Kisah favorit saya adalah kisah Cee selama di Bali. Mulai dari persiapan pernikahan Dianne, sepupunya, sampai akhirnya pernikahan itu dilaksanakan, dan berbagai kisah dengan Bernard dan Declan di Bali. Pokoknya, sepanjang kisah yang muncul di Bali ini adalah kisah favorit saya! ^^

Secara keseluruhan, novel ini sangat bagus. Mengajarkan kita untuk melihat mana yang mimpi dan mana yang relaita. Mana yang baiknya kita pilih, dan mana yang baiknya kita lepaskan. Walaupun ini merupakan buku pertama Kak Rina yang saya baca, namun saya sangat menyukainya dan tidak kecewa dengan hasilnya. Dan sukses, saya jatuh cinta dengan sosok Bernard dan Nolan hehehe… Saya memberikan 3.5 dari 5 bintang untuk novel ini! Ohya, tidak bisa dibohongi juga, selama membaca buku ini, saya selalu ingin minum kopi. Disetiap lembar, kamu pasti akan menemukan Cee dengan kopi nya, dan hal itu pun sukses mempengaruhi saya untuk ingin meminum kopi setiap membaca buku ini ๐Ÿ˜€

Sesuatu yang selalu kaucari, kadang datang ketika kamu sudah tidak menginginkannya lagi. Ketika penantianmu akhirnya tiba, biarpun hanya sekelumit, tetap ada rasa bahagia. Gembira ketika kamu tahu, bahwa untuknya, kamu pun memiliki arti. (hal 228)

Buku ini bisa didapatkan di bukupedia.com

 

Regrads,

Twins J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s