RESENSI: THE UNBROKEN VOW BY KEZIA EVI WIADJI

11878975_492068157609436_3714108174354161957_o

Judul Buku: The Unbroken Vow

Penulis: Kezia Evi Wiadji

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: 31 Agustus 2015

Harga: Rp 55.000

Tebal: 232 hlm

Ukuran: 13 x 20cm

Cover: Softcover

ISBN: 978-602-03-1963-6

Di usianya yang masih muda, Ivy Sutedja boleh berbangga diri. Ia memiliki semua yang diimpikan oleh wanita seusianya. Usaha bridal yang mapan, putri cilik yang menggemaskan, dan kehidupan tenang bersama laki-laki tampan bernama Ethan Wicaksana.

Sampai suatu hari, guru anaknya, berada diantara dirinya dan Ethan, mengguncang kehidupan nyamannya. Kemudian muncul laki-laki lain yang menawarkan bahunya untuk Ivy bersandar, terutama ketika teror masa lalu mengincar nyawanya.

***

Ivy Sutedja adalah seorang ibu rumah tangga sekaligus wanita karier yang sangat mapan. Ditengah umurnya yang belum mencapai kepala tiga, yakni 28 tahun, Ivy sudah memiliki sebuah keluarga yang sangat dicintainya dan sebuah karier yang sangat diimpikannya. Sayang sekali, hubungan pernikahan itu harus kandas saat bukan lagi cinta yang mewarnai rumah tangganya, tetapi keegoisan diri masing-masing menjadi raja di tengah keluarga itu.

Walaupun tidak lagi bersama, Ivy dan Ethan, suaminya membuat keputusan yang membuat mereka tetap terus berhubungan. Secara rutin, Ethan masih mengunjungi istri dan anaknya untuk sekedar makan malam dan bermain dengan anaknya. Pembagian-pembagian tugas mengenai anak mereka juga masih dilakukan, bukti bahwa anak mereka memang buah dari cinta mereka.

Sampai akhirnya, hubungan yang tenang-tenang saja ini harus terusik saat pihak ketiga muncul di tengah-tengah keluarga mereka. Ethan yang menemukan sesuatu di diri Sally, yang telah lama tidak dirasakannya dari istrinya membuatnya jatuh cinta kepadanya. Di lain sisi, Ivy juga menemukan seseorang dalam hidupnya. Disadari atau tidak, rasa cinta itu masih ada di dalam hati mereka, ditunjukan dengan berbagai bentuk penolakan Ivy ketika Ethan menyatakan ingin berkencan dengan Sally, dan Ethan yang menyatakan ketidaksukaannya ketika Ivy dekat dengan pria lain.

Sampai suatu hal yang mengancam diri Ivy, justru menjadi kunci persatuan mereka kembali. Akankah keluarga Ivy, Ethan dan anaknya, Cindy akan kembali normal? Apakah keluarga ini akan kembali utuh dan berdiri kokoh kembali?

Saat keputusan terasa salah, akankah terus melangkah?

The Unbroken Vow adalah buku kedua Kak Evi yang saya baca. Kali ini berbeda dengan sebelumnya yang menceritakan kehidupan masa-masa remaja, buku ini bergenre Amore. Buku ini mengisahkan kehidupan sebuah keluarga yang diombang-ambingkan oleh pihak ketiga yang tiba-tiba muncul dan mengusik keluarga mereka.

Saya sangat menyukai kisah yang diangkat dalam novel ini. Memang terkesan berat, yaitu membahas urusan keluarga dan pernikahan. Tapi Kak Evi menuliskan dengan gaya yang mudah dimengerti. Kata-kata di dalam buku ini tidak terlalu berat sehingga tidak sulit untuk dipahami.

Kisah Ivy, ibu rumah tangga sekaligus wanita karier ini benar-benar sosok impian saya. ditengah umurnya yang belum kepala tiga ini, Ivy sudah berkeluarga dan sukses dengan karier bridalnya. Dilain hal, Ethan, suaminya juga merupakan sosok pria, suami, dan ayah yang sangat baik menurut saya. Ivy dan Ethan adalah sosok orang tua yang sangat ideal. Bagaimana cara Ethan merayu Cindy, anaknya ketika memintanya ini-itu, bagaimana cara Ivy, yang meminta pertolongan ke Ethan saat menghadapi kebawelan Cindy, benar-benar sangat menarik perhatian saya. Ethan dan Ivy terbilang tegas menurut saya, tetapi caranya menyampaikan ketegasannya itu kepada anaknya benar-benar mengangumkan bagi saya. Saya sangat menyukai bagaimana penulis menggambarkan keluarga ini. Diam-diam saya juga berimajinasi jika saya berada di posisi Cindy J Kisah keluarga Ethan, Ivy, dan Cindy ini adalah salah satu hal yang membuat saya semangat membaca novel ini sampai akhir.

Hal lain yang menambah semangat saya adalah hadirnya pihak ketiga, dalam hal ini adalah Sally dan Max. Kadang, kebosanan dalam hubungan sebuah keluarga itu pasti ada, tapi bagimana cara kita menyikapinya adalah yang penting. Kebosanan itu adalah “setan” dalam hubungan keluarga, yang dimana akhirnya dapat menimbulkan kasus perselingkuhan maupun perceraian yang kerap terjadi. Tapi lain halnya dengan hadirnya pihak ketiga di dalam buku ini. Awalnya saat saya membaca buku ini, saya kira yang menjadi permasalahan adalah sosok Cindy. Yang menjadi bayangkan saya adalah kondisi Cindy yang “berbeda” dengan anak lainnya (dan ternyata saya sadari, saya terlalu berimajinasi :p). Tetapi setelah saya balik lembar per lembar, saya jadi tau apa permasalahan dalam keluarga ini. Dengan hadirnya pihak ketiga, konflik dalam keluarga ini akhirnya timbul. Namun, menurut saya hubungan Ethan dan Sally, juga Ivy dan Max terlalu terjalin dengan cepat. Saya sempat kaget dan bingung waktu membacanya, karena tiba-tiba Ethan dan Sally berpacaran tanpa ada cerita tambahan. Seharusnya, ditambahkan sedikit kisah mereka lagi agar lebih jelas.

Nak, semua orang mengalami masalah, karena… begitulah hidup. Selama kita bernapas, masalah akan selalu ada. Intinya, kamu akan memakai kacamata apa dan bagaimana kamu menyikapinya. (hlm 216)

Klimaks yang membuat saya semakin semangat membaca buku ini adalah terkuaknya teror yang menghantui Ivy, seperti yang dikatakan dalam sinopsis. Dengan hadirnya ‘teror’ itu dalam keluarga mereka, hubungan yang awalnya mulai retak karena kehadiran Sally dan Max, perlahan kembali terjalin. Sebenarnya, saya sempat sedih juga waktu hubungan keluarga ini berantakan karena Sally dan Max, karena sejujurnya saya sangat mengidolakan keluarga ini 🙂 Tapi sepertinya penulis juga tidak mau memisahkan keluarga ini pada endingnya, sehingga menjelang akhir justru hubungan Ivy dan Ethan semakin erat.

“Kamu pasti bisa melewatinya. Dan kamu pasti sudah tahu, ada Tuhan yang lebih besar dari semua masalah.” (hlm 188)

Secara keseluruhan saya sangat menikmati novel ini. mungkin karena pertama kalinya juga bagi saya membaca genre Amore. Emosi dalam buku ini, kisah keluarga Ivy, Ethan dan Cindy, benar-benar dapat saya rasakan. Salut buat Kak Evi untuk kemunculan kisah keluarga ini. Saya memberikan 3.5 dari 5 bintang!

Ivy Sutedja, dihadapan Tuhan, aku, Ethan Wicaksana, mengambilmu menjadi istriku. Aku berjanji akan mengasihi dan mencintaimu pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu suka maupun duka, pada waktu sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita. (hlm 215)

 

Regrads,

Twins J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s